Sejarah Pengadilan Negeri Tolitoli

Pengadilan Negeri Tolitoli adalah salah satu Peradilan Tingkat Pertama dibawah Pengadilan Tinggi Sulawesi Tengah yang berdiri pada tahun 1970. Awalnya, Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Tolitoli meliputi Kabupaten Tolitoli dan Kabupaten Buol. Namun setelah terbitnya Keputusan Presiden Nomor 2 tahun 2007 tentang pembentukan Pengadilan Negeri Buol menyebabkan Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Tolitoli hanya meliputi Kabupaten Tolitoli yang terdiri 10 Kecamatan yaitu :

  1. Kecamatan Baolan
  2. Kecamatan Galang
  3. Kecamatan Dakopamean
  4. Kecamatan Tolitoli Utara
  5. Kecamatan Lampasio
  6. Kecamatan Basidondo
  7. Kecamatan Dondo
  8. Kecamatan Dampal Utara
  9. Kecamatan Dampal Selatan
  10. Kecamatan Ogodeide

Selama Pengadilan Negeri Tolitoli berdiri, tercatat beberapa kali terjadi pergantian kepemimpinan. Ketua yang pernah menjabat di Pengadilan Negeri Tolitoli yaitu  :                                                                                                                                                    

1.  BESTARI YEBO, SH Periode 1970 - 1974

2. P. LIMA,S.H Periode 1974 - 197

3. PURBA, SH Periode 1978 – 1983

4.  SITUMORANG, SH Periode 1983 - 1987

5.  IDRUS MUHAMMAD POESADAN, SH periode 1988 – 1991

6.  NAWISAR ANWAR, SH Periode 1991 – 1993

7.  DADA TUWO TOBU, SH Periode 1993 – 1998

8.  Hj. HAMIMANG,S.H Periode 1998 - 2003

9.  H.M LUTFI S.H,M.H Periode 2003 - 2006

10.FIRZAL ARZY, SH., MH Periode 2006 – 2008

11.  JOOTJE SAMPALENG, SH., MH Periode 2008 – 2011

12. DIDIT SUSILO GUNTONO, SH., MH Periode 2011 – 2013

13. KUNADI, SH. Periode 2013 – 2014

14. AHMAD YANI, SH., MH. Periode 2015 – 2016

15. JOKO DWI ATMOKO, SH., MH. Periode 2017 – Sekarang

Pengadilan Negeri Tolitoli saat ini memiliki bangunan 2 (dua) lantai dengan luas bangunan 1683 m² yang dibangun diatas tanah Pemerintah yang letaknya di Jalan Magamu No.84 Kelurahan Baru,Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli Propinsi Sulawesi Tengah, dengan luas tanah 1963 m².

 

 

 

wilayah hukum                       ma

                       badilum

                       jdih